← All letters
My Own North Star

I Am My Own North Star Now

August 2026·6 min read
English & Bahasa Indonesia

There was a pattern in my life I only saw once it had repeated enough times. I would pour myself into something, a partner, then a workplace, then get hurt, then detach. This chapter, I decided to break the pattern by changing where I pour.

Ada pola dalam hidup saya yang baru saya lihat setelah cukup sering berulang. Saya nuang diri saya ke sesuatu, ke pasangan, terus ke tempat kerja, terus kena luka, terus melepas. Di bab ini, saya memutuskan buat mematahkan polanya dengan ngubah ke mana saya menuang.

No longer calling the office homeBerhenti nyebut kantor rumah

I don't consider my workplace my home anymore. I go, I do my work well, and I go home. I don't want to be attached to a boss or to colleagues in a way that lets them move my emotions. That isn't coldness; it's sovereignty. I gave a job that kind of belonging before, and I learned that a workplace was never built to hold a whole person's heart. So I keep my heart, and I still do good work. The two are not in conflict.

Saya nggak lagi nganggep tempat kerja saya rumah. Saya datang, saya kerjain kerjaan saya dengan baik, terus saya pulang. Saya nggak mau lengket sama bos atau rekan kerja dengan cara yang bikin mereka bisa menggerakkan emosi saya. Itu bukan dingin; itu kedaulatan. Saya pernah ngasih kerjaan rasa kepemilikan kayak gitu, dan saya belajar kalau tempat kerja nggak pernah dibangun buat nampung seluruh hati seseorang. Jadi saya jaga hati saya, dan saya tetap kerja dengan baik. Dua hal itu nggak saling bertentangan.

Building for myself, on purposeMembangun buat diri sendiri, dengan sengaja

So now I pour the love back into myself. I study. I learn new things. I collect certifications, not to impress anyone, but because I love who I become each time I can do something I couldn't do before. I still work at home, but not for the company, for myself. Every problem I solve makes me like myself a little more, and that becomes a wheel: the more I can do, the more I grow; the more I grow, the more I love myself; the more I love myself, the more I want to keep going. I want to keep that wheel turning.

Jadi sekarang saya nuang cinta itu balik ke diri saya. Saya belajar. Saya pelajari hal-hal baru. Saya ngumpulin sertifikasi, bukan buat ngesanin siapa pun, tapi karena saya suka jadi siapa saya tiap kali saya bisa ngelakuin hal yang sebelumnya nggak bisa. Saya masih kerja di rumah, tapi bukan buat perusahaan, buat diri saya. Tiap masalah yang saya pecahin bikin saya suka sama diri saya sedikit lebih, dan itu jadi roda: makin banyak yang bisa saya lakuin, makin saya tumbuh; makin saya tumbuh, makin saya cinta diri saya; makin saya cinta diri saya, makin saya mau terus jalan. Saya mau roda itu terus berputar.

“I want to be connected to everything, but attached to nothing. No expectations, only hope.” “Saya mau terhubung ke segalanya, tapi terikat ke nggak apa-apa. Tanpa ekspektasi, cuma harapan.”

The destination is me, and the road matters tooDestinasinya adalah saya, dan jalannya juga penting

I'm the driver of my own vehicle now. I am my own light, my own engine. The end goal is me; the destination is me. But I've decided the process has to be just as good, so that on the way there I don't break anything, and I leave every road, every person, every animal I pass a little better than I found it. Anyone who wants to move with me is welcome. But I won't hold anyone in place, and I won't wait to be moved. I move by my own will, and whatever positive touches my surroundings is a bonus. I love myself now, and strangely, that's exactly when everything around me finally started moving too.

Sekarang saya yang nyetir kendaraan saya sendiri. Saya cahaya saya sendiri, mesin saya sendiri. Tujuan akhirnya saya; destinasinya saya. Tapi saya memutuskan prosesnya harus sama bagusnya, jadi dalam perjalanan ke sana saya nggak ngerusak apa-apa, dan saya ninggalin tiap jalan, tiap orang, tiap hewan yang saya lewati sedikit lebih baik dari waktu saya nemu. Siapa pun yang mau jalan bareng saya, silakan. Tapi saya nggak bakal nahan siapa pun di tempat, dan saya nggak bakal nunggu buat digerakkan. Saya gerak dengan kemauan saya sendiri, dan apa pun hal positif yang menyentuh sekitar saya itu bonus. Saya cinta diri saya sekarang, dan anehnya, justru waktu itulah semua di sekitar saya akhirnya mulai ikut bergerak juga.

Has a chapter like this reshaped who you are becoming? I'd like to hear it, drop it in the comments or reach out.

Ada bab hidup yang membentuk ulang dirimu juga? Cerita di komentar atau hubungi saya langsung.
Read it your way
Lens
Mode
Density
Try Recruiter + Compact for a 30-second skim.