← All letters
The First Cracks

Being Introduced as "She Can Do Everything, 24/7"

April 2026·7 min read
English & Bahasa Indonesia

Someone once introduced me to a room as the person who could handle absolutely anything, day or night. It was meant as a compliment. I remember feeling smaller in that moment, not proud, a strange shrinking sensation while everyone around the table nodded along, as if my entire personhood had just been reduced to a single, tireless function.

Suatu kali seseorang memperkenalkan saya ke sebuah ruangan sebagai orang yang bisa menangani apa aja, siang atau malam. Maksudnya itu pujian. Tapi yang saya ingat, saya justru ngerasa lebih kecil di momen itu, bukan bangga, sensasi menyusut yang aneh sementara semua orang di meja itu mengangguk setuju, seolah seluruh keberadaan saya baru saja diringkas jadi satu fungsi yang nggak pernah lelah.

Availability isn't a personalityKetersediaan itu bukan sebuah kepribadian

I think what stung was being defined entirely by capacity, not by anything I actually cared about or was good at beyond endurance. Being endlessly available started to feel like the only thing anyone noticed about me. I wanted to be known for something with an edge to it, not just for never having one, some opinion, some skill, some idea that was actually mine rather than a reflection of how much I could absorb without complaint.

Yang bikin sakit, saya rasa, adalah didefinisikan sepenuhnya lewat kapasitas, bukan lewat hal lain yang beneran saya pedulikan atau kuasai selain soal daya tahan. Ketersediaan yang nggak ada habisnya itu lama-lama terasa jadi satu-satunya hal yang diperhatikan orang dari saya. Saya pengen dikenal karena sesuatu yang punya bentuk, bukan cuma karena nggak pernah bilang enggak, sebuah pendapat, sebuah kemampuan, sebuah ide yang beneran milik saya, bukan sekadar cerminan seberapa banyak yang bisa saya tampung tanpa mengeluh.

Separating what I do from who I amMemisahkan apa yang saya lakukan dari siapa saya

I leaned on a stoic distinction to make peace with that introduction over time, my usefulness to an organization is not the same thing as my identity, and confusing the two is a trap that quietly costs people their whole selves. What people chose to praise about me was entirely outside my control. What I actually valued in myself was not. Once I separated those two things clearly, that particular introduction stopped being able to define me the way it once did.

Saya berpegang ke pembedaan stoa buat berdamai dengan perkenalan itu seiring waktu, kegunaan saya buat sebuah organisasi itu bukan hal yang sama dengan identitas saya, dan mencampuradukkan keduanya adalah jebakan yang diam-diam menghabiskan seluruh diri seseorang. Apa yang dipilih orang buat dipuji dari saya sepenuhnya di luar kendali saya. Apa yang beneran saya hargai dari diri saya sendiri enggak. Begitu saya memisahkan dua hal itu dengan jelas, perkenalan itu berhenti bisa mendefinisikan saya seperti dulu.

"Being endlessly available isn't a personality. Your usefulness to an organization is not the same thing as your identity." "Ketersediaan yang nggak ada habisnya itu bukan kepribadian. Kegunaanmu buat sebuah organisasi itu bukan hal yang sama dengan identitasmu."

What I chose to lead with insteadYang saya pilih buat jadi awalan sebagai gantinya

Now, when I introduce myself, I try to lead with something I actually built or believe in, not with how much I can absorb. It's a small shift, but it's changed how I show up, and it's changed how I treat other people too, I try to introduce colleagues by what they care about or what they've made, not by how reliably they can be leaned on, because I know now how it feels to be praised for endurance and mistaken for having no edges at all.

Sekarang, kalau memperkenalkan diri, saya coba mulai dari sesuatu yang beneran saya bangun atau yakini, bukan dari seberapa banyak yang bisa saya tampung. Perubahannya kecil, tapi itu mengubah cara saya hadir, dan itu juga mengubah cara saya memperlakukan orang lain, saya coba memperkenalkan rekan kerja lewat apa yang mereka pedulikan atau apa yang mereka buat, bukan lewat seberapa bisa diandalkannya mereka, karena sekarang saya tahu rasanya dipuji karena daya tahan dan disangka nggak punya bentuk sama sekali.

Has something like this shaped how you see work now? I'd like to hear it, drop it in the comments or reach out.

Ada momen kerja yang mengubah cara pandangmu juga? Cerita di komentar atau hubungi saya langsung.
Read it your way
Lens
Mode
Density
Try Recruiter + Compact for a 30-second skim.