← All letters
What the Body Knew

Showing Up Anyway, Even in Pieces

June 2026·7 min read
English & Bahasa Indonesia

There were days I did not feel whole and showed up anyway, because that's what I knew how to do. Nobody around me could tell, and there's a peculiar loneliness in being that convincing, in giving a performance of wholeness so complete that not a single person thought to ask if I was actually okay.

Ada hari-hari di mana saya nggak merasa utuh dan tetap datang, karena itu yang saya tahu caranya. Nggak ada yang di sekitar saya bisa menyadarinya, dan ada kesepian tersendiri waktu kamu semeyakinkan itu, memberikan penampilan keutuhan yang begitu sempurna sampai nggak ada satu pun orang yang terpikir buat menanyakan apakah saya beneran baik-baik saja.

Discipline that needed a limitDisiplin yang butuh sebuah batas

I'm genuinely proud of that discipline, of being able to function even when things were hard. But I've also learned that showing up in pieces every single day isn't something to aim for as a permanent way of operating. It's meant to be a temporary state, not an identity, a tool for surviving a specific hard season, not a personality trait to build a whole self around.

Saya beneran bangga dengan disiplin itu, bisa tetap berfungsi walaupun keadaannya berat. Tapi saya juga belajar kalau terus-menerus datang dalam keadaan nggak utuh itu bukan sesuatu yang harus dijadikan cara hidup yang permanen. Itu seharusnya jadi kondisi sementara, bukan identitas, alat buat bertahan dari satu musim berat yang spesifik, bukan sifat kepribadian yang dijadikan fondasi seluruh diri.

What that discipline was actually made ofSebenarnya terbuat dari apa disiplin itu

I leaned on a stoic acknowledgment that showing up in pieces was, at its core, an act of love, love for the people who depended on my presence, love for a version of myself I refused to let a hard season erase entirely. I trusted that this kind of quiet, unglamorous devotion counts for something in the larger accounting of a life, even when no one is there to witness it or hand out credit for it. That belief made the discipline feel less like martyrdom and more like a genuine offering, freely given rather than grudgingly extracted.

Saya berpegang ke pengakuan stoa bahwa datang dalam keadaan nggak utuh itu, pada intinya, adalah tindakan cinta, cinta ke orang-orang yang bergantung pada kehadiran saya, cinta ke versi diri saya yang saya tolak biarkan dihapus sepenuhnya oleh satu musim yang berat. Saya percaya pengabdian yang tenang dan nggak glamor semacam ini berarti sesuatu dalam perhitungan hidup yang lebih besar, bahkan waktu nggak ada yang menyaksikannya atau memberikan pengakuan atasnya. Keyakinan itu bikin disiplinnya terasa kurang seperti pengorbanan diri dan lebih seperti persembahan yang sungguhan, diberikan dengan bebas, bukan diperas dengan enggan.

"Showing up when it's hard is discipline. Making it your permanent state is something else entirely. It's a temporary tool, not an identity to build a whole self around." "Tetap datang waktu keadaan berat itu disiplin. Menjadikan itu keadaan tetap adalah hal yang sama sekali berbeda. Itu alat sementara, bukan identitas buat fondasi seluruh diri."

I still admire that version of myself for showing up. I just don't ask her to do it indefinitely anymore, and I've learned to hold that admiration alongside a firm boundary, because loving that resilient part of myself now also means protecting her from being asked to prove herself endlessly.

Saya masih kagum sama versi diri saya yang tetap datang waktu itu. Saya cuma udah nggak lagi memintanya melakukan itu tanpa batas waktu, dan saya belajar memegang kekaguman itu bersama batasan yang tegas, karena mencintai bagian tangguh dari diri saya sekarang juga berarti melindunginya dari terus-menerus diminta membuktikan diri tanpa henti.

Has something like this shaped how you see work now? I'd like to hear it, drop it in the comments or reach out.

Ada momen kerja yang mengubah cara pandangmu juga? Cerita di komentar atau hubungi saya langsung.
Read it your way
Lens
Mode
Density
Try Recruiter + Compact for a 30-second skim.