← All letters
Finding My Footing

The Colleague Who Said the Thing I Hadn't Let Myself Think Yet

February 2026·7 min read
English & Bahasa Indonesia

A colleague who'd just joined said something plainly, almost in passing, that I hadn't let myself fully think yet: that the role I was in didn't actually match what I was capable of. I remember exactly where I was standing when he said it. It wasn't dramatic. It was just true, and I hadn't been ready to hear it from anyone, least of all myself.

Seorang rekan kerja yang baru bergabung bilang sesuatu dengan sangat sederhana, hampir cuma sekilas, yang belum saya izinkan buat benar-benar saya pikirkan: bahwa peran yang saya jalani sebenarnya nggak sesuai dengan apa yang saya mampu. Saya masih ingat persis di mana saya berdiri waktu dia bilang itu. Itu nggak dramatis. Itu cuma benar, dan saya belum siap mendengarnya dari siapa pun, apalagi dari diri saya sendiri.

Why it took someone else to say itKenapa butuh orang lain buat mengatakannya

I think I'd known it somewhere quiet inside myself for a while, but saying it out loud alone felt like complaining, or worse, like arrogance. Hearing someone else say it plainly, with no agenda, gave me permission to actually consider it as true. He wasn't trying to flatter me or start anything. He just said what he saw, the way you'd mention the weather, and somehow that made it land harder than any compliment could have.

Saya rasa saya udah tahu itu di suatu tempat yang diam di dalam diri saya sejak lama, tapi mengucapkannya sendirian rasanya kayak mengeluh, atau lebih buruk lagi, kayak sombong. Mendengar orang lain mengatakannya dengan sederhana, tanpa maksud lain, ngasih saya izin buat beneran menganggap itu benar. Dia nggak coba memuji saya atau memulai apa-apa. Dia cuma bilang apa yang dia lihat, seperti menyebutkan cuaca, dan entah kenapa itu justru membuatnya kerasa lebih dalam dari pujian mana pun.

What I chose to do with that truthYang saya pilih lakukan dengan kebenaran itu

I didn't act on it immediately. Stoic philosophy has a simple idea I leaned on a lot around that time: control what's yours to control, and let the rest go at its own pace. I couldn't control when or how the situation would change. I could control how honestly I let myself sit with what he'd said, without rushing to fix it or dismissing it out of fear. I trusted that if it was true, acting on it in the right season, not immediately, would matter more than reacting out of impatience.

Saya nggak langsung bertindak atas itu. Filsafat stoa punya satu ide sederhana yang banyak saya pegang sekitar waktu itu: kendalikan apa yang memang milikmu untuk dikendalikan, dan biarkan sisanya berjalan dengan temponya sendiri. Saya nggak bisa mengendalikan kapan atau bagaimana situasinya bakal berubah. Yang bisa saya kendalikan adalah seberapa jujur saya membiarkan diri sendiri duduk bersama apa yang dia katakan, tanpa buru-buru memperbaikinya atau menampiknya karena takut. Saya percaya kalau itu benar, bertindak di musim yang tepat, bukan langsung saat itu, bakal lebih berarti dibanding bereaksi karena nggak sabar.

"Control what's yours to control, and trust the rest to find its own timing." "Kendalikan apa yang memang milikmu, dan percayakan sisanya menemukan waktunya sendiri."

The friendship that grew from that honestyPertemanan yang tumbuh dari kejujuran itu

What I'm most grateful for isn't just the sentence itself, it's who he became to me afterward. That honesty was the start of a real friendship, one built on him consistently telling me the truth and me trusting it because I'd seen how carefully he chose his words. Years later, I still think of that one plain sentence as one of the kindest things anyone has done for me at work, not because it was comfortable, but because it came from someone who genuinely wanted good things for me and had nothing to gain by saying it.

Yang paling saya syukuri bukan cuma kalimatnya sendiri, tapi siapa dia jadi buat saya setelahnya. Kejujuran itu jadi awal dari pertemanan beneran, yang dibangun dari dia konsisten mengatakan kebenaran ke saya dan saya mempercayainya karena saya lihat betapa hati-hatinya dia memilih kata-kata. Bertahun-tahun kemudian, saya masih menganggap satu kalimat sederhana itu sebagai salah satu hal paling baik yang pernah dilakukan orang buat saya di tempat kerja, bukan karena itu nyaman, tapi karena itu datang dari orang yang beneran menginginkan hal baik buat saya dan nggak untung apa-apa dari mengatakannya.

I'm genuinely grateful for that person, and for how plainly they said something I needed to hear. That one sentence changed the direction of a lot that came after, and I got a real friend out of it too.

Saya beneran bersyukur buat orang itu, dan buat betapa sederhananya dia mengatakan sesuatu yang perlu saya dengar. Satu kalimat itu mengubah arah dari banyak hal yang datang setelahnya, dan saya juga mendapat teman beneran karenanya.

Has something like this shaped how you see work now? I'd like to hear it, drop it in the comments or reach out.

Ada momen kerja yang mengubah cara pandangmu juga? Cerita di komentar atau hubungi saya langsung.
Read it your way
Lens
Mode
Density
Try Recruiter + Compact for a 30-second skim.