← All letters
Finding My Footing

What I Owed Myself in That Adjustment Period, and What I Gave Instead

February 2026·7 min read
English & Bahasa Indonesia

I gave that adjustment period my full effort, every single day. What I owed myself, and didn't fully give, was an honest read of whether the role actually deserved it, a question I kept postponing because effort was easier to measure than honesty.

Saya memberikan usaha penuh saya ke periode penyesuaian itu, setiap hari. Yang saya berutang ke diri saya sendiri, dan belum sepenuhnya saya berikan, adalah penilaian jujur soal apakah perannya beneran layak mendapat usaha itu, pertanyaan yang terus saya tunda karena usaha lebih gampang diukur dibanding kejujuran.

Effort and honesty are not the same debtUsaha dan kejujuran itu dua utang yang berbeda

I used to think giving full effort was the whole obligation, that as long as I showed up and worked hard, I'd fulfilled my part completely. I've since realized I also owed myself regular, honest checks on whether that effort was actually going somewhere worth it, a separate debt entirely, one that's much easier to avoid because nobody else is asking you to pay it.

Dulu saya pikir memberikan usaha penuh itu udah seluruh kewajibannya, bahwa selama saya tetap datang dan bekerja keras, saya sudah memenuhi bagian saya sepenuhnya. Sejak itu saya sadar saya juga berutang ke diri saya sendiri pengecekan rutin dan jujur soal apakah usaha itu beneran menuju ke tempat yang layak, utang yang sepenuhnya terpisah, yang jauh lebih gampang dihindari karena nggak ada orang lain yang meminta kamu membayarnya.

What made that second debt so easy to avoidYang membuat utang kedua itu begitu gampang dihindari

I leaned on a stoic reframe once I noticed the avoidance: effort feels virtuous, so it's tempting to hide behind it instead of asking harder questions. Asking whether something deserved my effort felt, at first, like disloyalty. I came to see it differently, as a form of self-respect rather than betrayal, the same care I'd extend to anyone else I genuinely valued, applied honestly to myself for once.

Saya berpegang ke pembingkaian ulang stoa begitu saya menyadari penghindaran itu: usaha terasa mulia, jadi menggoda buat bersembunyi di baliknya daripada bertanya pertanyaan yang lebih sulit. Bertanya apakah sesuatu layak mendapat usaha saya awalnya terasa kayak pengkhianatan. Sejak itu saya melihatnya berbeda, sebagai bentuk penghormatan diri, bukan pengkhianatan, kepedulian yang sama yang akan saya berikan ke siapa pun yang beneran saya hargai, akhirnya diterapkan dengan jujur ke diri saya sendiri.

"Full effort is only half the debt you owe yourself. The other half, asking whether it's going somewhere worth it, is self-respect, not disloyalty." "Usaha penuh cuma separuh dari utang yang kamu berutang ke diri sendiri. Separuh lainnya, bertanya apakah itu menuju ke tempat yang layak, adalah penghormatan diri, bukan pengkhianatan."

What paying that debt gave me backYang diberikan balik ke saya karena membayar utang itu

Once I started paying that second debt regularly, something genuinely good happened, my work stopped feeling like something that happened to me and started feeling like something I was actively choosing, again and again, on purpose. That shift alone made the hard days easier to carry, because even the hard ones were mine, chosen rather than endured. I found a quiet kind of contentment in that ownership that I hadn't expected.

Begitu saya mulai membayar utang kedua itu secara rutin, sesuatu yang beneran baik terjadi, pekerjaan saya berhenti terasa seperti sesuatu yang terjadi ke saya, dan mulai terasa seperti sesuatu yang aktif saya pilih, berulang kali, dengan sengaja. Pergeseran itu sendiri bikin hari-hari yang berat jadi lebih ringan dibawa, karena bahkan yang berat pun tetap milik saya, dipilih, bukan sekadar ditahan. Saya menemukan ketenangan tersendiri dalam kepemilikan itu yang nggak saya duga.

I pay that second debt much more regularly now. It's made every effort since feel more like a choice than an obligation, and choosing something, even something hard, feels a great deal better than simply enduring it.

Sekarang saya membayar utang kedua itu jauh lebih rutin. Itu bikin setiap usaha sejak itu terasa lebih seperti pilihan, bukan kewajiban, dan memilih sesuatu, bahkan sesuatu yang berat, terasa jauh lebih baik dibanding sekadar menahannya.

Has something like this shaped how you see work now? I'd like to hear it, drop it in the comments or reach out.

Ada momen kerja yang mengubah cara pandangmu juga? Cerita di komentar atau hubungi saya langsung.
Read it your way
Lens
Mode
Density
Try Recruiter + Compact for a 30-second skim.